Intip 6 Fakta Baru Dirut Garuda Dipecat Erick Thohir Karena Penyelundupan Moge

 Intip 6 Fakta Baru Dirut Garuda Dipecat Erick Thohir Karena Penyelundupan Moge

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Eks Dirut Garuda (Balitribune.com)

Beberapa waktu lalu terungkap kasus penyelundupan motor Harley Davidson serta dua buah sepeda Brompton. Mencengangkannya lagi, penyelundupan motor gede ini ditemukan didalam badan pesawat maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Adapun buntutnya berupa fakta baru dirut garuda dipecat oleh Menteri BUMN.

Maskapai berpelat merah tersebut dipimpin oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra akrab disapa Ari Ashkara (AA). Awal mula terkuaknya kasus penyelundupan ini ketika seorang Petugas Bea dan Cukai mendapati onderdil moge Harley dan sepeda Brompton.

Miris 6 Fakta Baru Dirut Garuda Dipecat

Berikut ini beberapa fakta baru dirut garuda dipecat oleh Erick Thohir, Menteri BUMN yang layak disimak!

Barang Selundupan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
Barang Selundupan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (mediaindonesia.com)

1.Dirut Garuda Indonesia dipecat

Erick Thohir Menteri BUMN menegaskan akan memecat Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Adapun masa jabatannya baru berlangsung selama kurang lebih 2 tahun.

Dalam jumpa persnya di Jakarta (5/12/2019), Erick menyatakan kepada awak media “Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu saja proses ini kami cermati sebab Garuda merupakan perusahaan publik, maka digunakan prosedur lainnya”.

Lebih lanjut lagi Erick memaparkan, Ari Ashkara (AA) memang mendapat instruksi mencari motor Harley Davidson klasik keluaran 1972 sejak 2018. Tetapi yang AA lakukan justru mengarah ke aktivitas ilegal. “Sangat menyedihkan. Ini kan proses menyeluruh dalam BUMN bukan hanya individu. Ibu (Sri Mulyani) pasti akan sangat sedih,” ujarnya.

Baca Juga :  Erick Thohir Ingin Mengobrak-abrik Direksi BUMN

2.Temuan Petugas Bea Cukai

Adapun temuan barang-barang yang diduga ilegal ini pada Minggu (17/11/2019) oleh petugas bea cukai di kawasan Bandara Soekarno Hatta. Deni Surjantoro, Kasubdit Humas Bea dan Cukai mengatakan, “barang-barang ini ditemukan ketika petugas melakukan pengecekan di hanggar pesawat milik PT GMF di area Bandara Soekarno Hatta”.

Pesawat jenis Airbus ini diketahu baru mendarat dari Prancis. Lebih lanjutnya, Deni menyebutkan “Pesawat ini mengangkut 10 orang kru sesuai

dokumen general declaration crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest”.

3.Temuan di Lambung Pesawat

Setelah pesawat melewati sejumlah pemeriksaan hasilnya bagian kabin cokpit dan penumpang tidak ada pelanggaran kepabeanan. Tidak juga ditemukan barang kargo lain seperti laporan pihak Garuda Indonesia.

“Tetapi pemeriksaan pada lambung pesawat tepatnya bagasi penumpang ditemukan beberapa koper dan 18 boks warna coklat yang seluruhnya diklaim sebagai bagasi penumpang,” ungkap Deni.
Setelah dibongkar ternyata dalam 18 boks tersebut terdapat 15 koli klaim tag atas nama SAW isinya sparepart motor Harley Davidson bekas. Selain itu, ada 3 koli klaim tag atas nama LS yang isinya dua unit sepeda Brompton masih dalam kondisi baru.

Baca Juga :  Kronologi Singkat Kasus Youtuber Dipolisikan Garuda Indonesia yang Menjadi Viral

4.Onderdil Harley Seken

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memberi keterangan resmi. Faktanya motor Harley Davidson yang diselundupkan tersebut merupakan barang bekas.

DJBC menerangkan kepada awak media pada Kamis (5/12/2019), “Moge ini kan moge bekas yang aturannya sudah jelas tidak bisa diimpor. Saya kira penumpang tentunya paham mengenai masalah dari mengimpor barang diam-diam ke dalam teritori Indonesia”.

5.Dugaan Bantuan Anak Buah

Sri Mulyani Indrawati menduga adanya karyawan Garuda Indonesia inisal SAS yang ikut ambil andil menutupi penyelundupan tersebut..

Sri Mulyani saat menjelaskan pada awak media di Jakarta (5/12/2019) menyebutkan, “Nampaknya yang bersangkutan, SAS sudah pasang badan”.

6.Kerugian Negara Milyaran

Berdasarkan hasil pemeriksaan barang temuan pada lambung pesawat ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan harga Harley sekitar Rp 800 jutaan. Sementara, harga sepeda Brompton sekitar Rp 50 juta sampai Rp 60 juta per unitnya.

“Sehingga, potensi dari total kerugian negara adalah Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar,” kata Sri saat diwawancarai media di Jakarta (5/12/2019).

 

Rosalina Pertiwi

Related post