Tanggapan Masyarakat Mengenai JPO Sudirman Terbuka

 Tanggapan Masyarakat Mengenai JPO Sudirman Terbuka

Pro kontra muncul dari masyarakat khususnya pejalan kaki, karena Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan Jendral Sudirman sudah satu hari terbuka tanpa atap.

Panji yang merupakan salah satu pejalan kaki dan kerap melintasi JPO ini merasa keberatan dengan dihilangkannya fungsi atap pada JPO.

Ia merasa dengan hilangnya atap ini maka fungsi peneduh pun hilang. “Kalau bener-bener tengah siang mau nyari makannya jadi kerasa banget capeknya karena harus menghadapi langsung terik matahari yang kebangetan.

Menurut saya jadi aneh aja sih,” kata Panji yang sering menggunakan JPO Sudirman, pada Rabu (06/11).

JPO

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Sejalan dengan pernyataan Panji, Henny yang juga pengguna JPO merasa bahwa pembongkaran JPO tidak efektif.

“Kalau kata saya sih balikin aja ini atapnya tolong. Kalau pagi sampai siang kepanasan, terus kalau hujan susah ga bisa neduh.

Jadi makin sulit buat jalan,” kata Henny. Menurut Henny, alasan Dinas Bina Marga DKI yang ingin menjadikan JPO Sudirman menjadi ‘instagramable’, dengan mencopot atapnya justru merugikan pejalan kaki yang sering menggunakan fasilitas umum itu.

Baca Juga :  Selfie Di JPO Tanpa Atap Sudirman, Rasa Kaya Luar Negeri

JPO

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

“Saya baca berita, katanya mau dibikin instagramable dipasang lampu- lampu dari bawah jembatan. Pekerja juga udah pada pulang pasti, ga efektif iya kan?” kata Henny.

Namun berbeda halnya dengan Budi Darsono yang justru antusias melihat atap JPO dibongkar.

Ia menilai bahwa pembongkaran ini adalah sebuah inovasi.

 

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

“Buat saya sih jadi oke, kayak jadi terbuka gitu pandangan kita ga ketutup. Mungkin karena saya suka foto juga buat saya kalau malam jadi dapat pencahayaan lebih banyak,” ucap Budi.

Budi justru mengatakan bahwa terbuka atau tertutupnya atap JPO tidak ada bedanya. Menurutnya JPO hanya berfungsi untuk menghubungkan dua jalur trotoar yang terbuka.

“Beda cerita kalau ini penghubung antar gedung tapi malah kebuka, itu baru masalah,” lanjut Budi.

Dilansir dari ANTARA, hingga Rabu (06/11) pukul 18.00 WIB masyarakat masih banyak yang melintasi JPO Sudirman dengan atap yang sudah terbuka. Tepi pagar sisi kanan dan kirinya juga terlihat mengkilap karena baru dicat berwarna perak.

Baca Juga :  Selfie Di JPO Tanpa Atap Sudirman, Rasa Kaya Luar Negeri

 

JPo

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Jika biasanya saat hujan turun banyak orang yang berteduh di JPO Sudirman, kini semenjak atap JPO terbuka tak ada lagi orang yang berteduh di JPO.

JPO seketika sepi dari orang-orang yang berteduh. Pencopotan atap JPO ini dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga pada Rabu (5/11). Pencopotan itu dilakukan karena Pemprov akan menata ulang JPO yang tampak kusam itu dengan penataan yang mengedepankan estetika.

sumber : ANTARA

Editor Taraf

Related post