Nasib Blokir Jaringan Internet di Papua Sudah Sepekan Lebih

 Nasib Blokir Jaringan Internet di Papua Sudah Sepekan Lebih

Kerusuhan di sejumlah titik Papua menyebabkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Senin (19/8/2019) memutuskan throttling atau perlambatan bandwidth pada wilayah Papua tepat pukul 13.00 WIT. Tidak berselang lama, malam harinya pukul 20.30 WIT akses internet dipulihkan kembali . Namun, akhirnya Kominfo memutuskan melakukan blokir jaringan internet di Papua dan Papua Barat secara penuh pada Rabu (21/8/2019). Tujuan pemblokiran internet ini untuk mencegah berita hoax beredar melalui internet.

Kominfo Blokir Jaringan Internet di Papua

Kominfo Memblokir Akses Internet
Kominfo Memblokir Akses Internet (ipnujateng.or.id)

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika belum bisa memastikan kapan blokir jaringan internet di Papua dan Papua Barat akan dibuka kembali. Pasalnya, sangat banyak informasi bohong (hoax) beredar yang menyudutkan pemerintah dan memicu isu rasisme.

Keputusan memblokir internet tersebut dapat menangkal peredaran kabar palsu di media sosial dan berbagai isu miring. Sementara, Samuel Abrijani selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) dari Kominfo menyebutkan teknologi sekarang belum mungkin untuk menutup akses media sosial wilayah tertentu.

“Karena teknologi sekarang pembatasan tidak dapat dilakukan pada regional terhadap medsos. Jadi, tidak bisa membatasi regional saja,”  ujar Abrijani ketika berada di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, pada Rabu (28/8/2019).

Baca Juga :  Kisruh Keterlibatan Veronica Koman Dalam Kerusuhan Papua, PBB Ikut Campur!

Penjelasan Menteri Wiranto

Menko Polkuham Wiranto
Menko Polkuham Wiranto (tribunnews.com)

Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik,

Hukum dan Keamanan Indonesia  menjelaskan bahwa keputusan pemblokiran akses internet untuk wilayah Papua dan Papua Barat wajar. Ia beranggapan tindakan ini bukan sewenang-wenang.

Pemblokiran akses internet yang dilakukan karena banyak peredaran informasi hoax dan isu propaganda. Terutama ditujukan kepada pemerintahan melalui media sosial belum juga berhenti.

Wiranto saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta (29/8/2019) menyebutkan, “Kalau pemerintah mengambil tindakan, bukan sewenang-wenang. Semata-mata dilakukan demi menjaga keamanan dan keutuhan nasional. Saya juga tidak ragu untuk melemotkan medsos setiap saat, ngak masalah jika memang membahayakan kepentingan nasional”.

Ia juga belum memutuskan kapan pemblokiran internet dapat dicabut untuk wilayah Papua dan Papua Barat. Adapun jaringan internet akan dipulihkan kembali jika kondisi memang benar-benar sudah aman.

Tanggapan Ombudsman RI

Tanggapan Ombudsman RI terhadap Pemblokiran Internet di Papua dan Papua Barat
Tanggapan Ombudsman RI terhadap Pemblokiran Internet di Papua dan Papua Barat (mv.beritacenter.com)

Pemblokiran internet ini juga menuai tanggapan dari Ombudsman RI. Alvin Lie salah satu anggota Ombudsman RI mengatakan (27/8/2019), “Misalkan satu platform medsos jika dibatasi cuma di Papua itu belum bisa, kalau bisa dibatasi seluruh Indonesia juga terbatasi. Kami tadi juga bahas mengenai akses medsos sekarang paling banyak menggunakan ponsel”.

Baca Juga :  Perkembangan Terkini Kerusuhan Timika Papua, Ada 10 Tersangka!

Rosalina Pertiwi

Related post