Ribuan STNK di Blokir E-Tilang, Ini Cara Buka Blokirnya!

 Ribuan STNK di Blokir E-Tilang, Ini Cara Buka Blokirnya!

Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) secara efektif telah diberlakukan sejak tahun lalu. Tilang elektronik (E-TLE) tidak hanya difungsikan untuk pengemudi kendaraan bandel tetapi dapat menjaring kejahatan jalanan seperti tabrak lari dan pencurian kendaraan bermotor. Namun, nyatanya berdasarkan laporan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ada ribuan STNK di blokir oleh sistem e-tilang ini.

Ribuan STNK di Blokir Wajib Bayar Denda

Fitur Kamera Pengawas Mendukung Sistem ETLE
Fitur Kamera Pengawas Mendukung Sistem ETLE (jabar.tribunnews.com)

AKBP M.Nasir, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan (28/8/2019), “Ada 11.814 pelanggaran lalu lintas yang sudah divonis oleh pengadilan mulai tanggal 1 November 201 hingga 27 Agustus 2019”.

Sementara, pengendara yang sudah membayar denda tilang elektronik tercatat 997 pelanggar.

“Untuk yang sudah diajukan buka blokir ada 997 pelanggar dari ribuan STNK di blokir, artinya masih banyak pengendara belum membuka blokirnya,” ujar Nasir.

Pemblokiran STNK dapat diajukan pencabutan dengan membayar denda tilang sebelum tengat waktu ditentukan.

Menyoal proses persidangan pelanggaran E-TLE tersebut tidak wajib diikuti. Nasir juga menambahkan, “Pelanggar boleh mengikuti sidang, boleh tidak ikut sidang tetapi langsung bayar denda melalui lembaga perbankan juga boleh”.

Baca Juga :  Perluasan Tilang Elektronik, Inilah Daftar 45 Penempatan Kamera

Pelanggaran Lalu Lintas Sering Dilakukan

Surat Tilang E-TLE Dikirimkan Kepada Pemilik STNK
Surat Tilang E-TLE Dikirimkan Kepada Pemilik STNK (megapolitan.kompas.com)

Fitur baru yang mendukung E-TLE ini berupa kamera pengawas (CCTV) yang merekam sejumlah pelanggaran. Banyak pengendara melanggar marka jalan, menerobos lampu merah, tidak menggunakan sabuk pengaman, sampai memegang telepon seluler ketika berkendara.

Sering pula ditemukan pengendara kendaraannya kurang memenuhi persyaratan teknis. Contoh pelanggaran pengemudi mobil tidak menggunakan spion

secara lengkap, tidak menghidupkan lampu utama, kaca depan buram, dan penghapus kaca. Biasanya pengendara sepeda motor tidak menyalakan lampu utama saat malam hari, tidak menggunakan helm, dan tidak memberi isyarat lampu ketika berbelok.

Cara Membuka STNK yang Terblokir

Pemantauan Pengendara Nakal Melalui Sistem E-TLE
Pemantauan Pengendara Nakal Melalui Sistem E-TLE (pontianak.tribunnews.com)

Ketika pemilik STNK menerima surat konfirmasi terkait pelanggaran E-TLE, maka wajib mengonfirmasi penerimaan melalui website resmi E-TLE. Tersedia juga aplikasi etle-pmj yang dapat didownload melalui smartphone.

Pemilik STNK lalu mengirim blangko konfirmasi kepada posko E-TLE, Subdit Gakkum Polda Metro Jaya. Waktu konfirmasinya paling lama 5 hari. Pemilik STNK dapat melakukan klarifikasi apabila kendaraan telah dijual ke orang lain dan belum balik nama.

Baca Juga :  Perluasan Tilang Elektronik, Inilah Daftar 45 Penempatan Kamera

Pemilik STNK yang tidak membayar denda sampai batas waktu tertentu secara otomatis STNK miliknya akan terblokir sementara. STNK akan kembali aktif setelah menyelesaikan pembayaran denda.

Namun, jika benar kendaraan itu masih milik pemegang STNK maka dapat melakukan konfirmasi terlibat pelanggaran lalu lintas. Pemilik STNK akan menerima surat tilang yang berwarna biru sebagai bukti telah terjadi pelanggaran dan tercantum kode BRI virtual.

Penyelesaian denda harus dibayarkan paling lama satu minggu setelah menerima surat E-TLE melalui bank BRI. Setelah itu, harus segera mengonfirmasi kembali perihal pelanggaran lalu lintas, surat tilang warna biru, dan bukti pembayaran denda ke BRI virtual. Dalam beberapa hari STNK yang diblokir dapat aktif kembali.

Rosalina Pertiwi

Related post