Jerat Pemburu Liar Membuat Kaki Seekor Harimau Sumatera yang Dilindungi Ini Harus Diamputasi

 Jerat Pemburu Liar Membuat Kaki Seekor Harimau Sumatera yang Dilindungi Ini Harus Diamputasi

Seperti yang kita ketahui, Panthera Tigris Sumatrae atau yang umum dikenal dengan sebutan Harimau Sumatera, tergolong ke dalam satwa yang terancam punah. Saking langkanya, Lembaga Konservasi Dunia IUCN memasukkan jenis harimau tersebut ke dalam daftar merah.

Dilansir dari detik.com, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengumumkan bahwa populasi harimau sumatera hanya tinggal 603 ekor di dunia. Fakta itulah yang mengharuskan kita untuk melindungi satwa langka tersebut. Namun sayangnya tindakan tidak bertanggung jawab dari para pemburu liar membuat populasi harimau sumatera semakin menurun.

Salah satu harimau sumatera yang menjadi korban kejahatan dari pemburu liar adalah Kyai Batua. Ketika ditemukan di zona rimba tepatnya di Kawasan Kabupaten Lampung Barat, kaki kanan bagian depan Batua terlihat membusuk dan bagian perutnya pun terluka akibat jeratan dari kawat seling. Kondisinya ini ditemukan oleh Tim patroli Balai BBTNBBS dan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program yang tengah melakukan pemantauan populasi harimau di wilayah tersebut. Proses penyelamatannya pun dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan bius serta pertolongan pertama yang dilakukan Tim Medis.

Harimau Kyai Batua (FOTO : mongabay.co.id)
Tim patroli Balai BBTNBBS dan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program tengah melakukan pertolongan pertama untuk Kyai Batua (FOTO : mongabay.co.id)

Karena lukanya tersebut, harimau yang memiliki berat 100 kilogram ini terpaksa harus diamputasi oleh Tim Medis BKSDA Bengkulu-Lampung. Saat ini Batua sedang menjalani perawatan intensif dari dokter

hewan di Taman Konservasi Lembah Hijau (TKLH) di Kota Bandar Lampung. Dengan perawatan tersebut, kesehatan Batua kian pulih dan membaik.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, Hifzon Zawahiri. Melansir dari CNNIndonesia.com, “Kondisi Harimau Batua kian membaik, selain diberi vitamin, volume makan pun terus bertambah. Dalam sehari, bisa menghabiskan 4 sampai 6 ekor ayam” ujarnya. Namun meski kondisinya sudah membaik, Kyai Batua tetap saja tidak dapat berjumpa menyapa publik. Hal tersebut guna mencegah harimau tersebut bersifat agresif yang dapat memperburuk dan mengganggu proses penyembuhannya.

Inung Rio, Harimau Sumatera yang mati karena perangkap pemburu liar

Harimau Inung Rio (28/7/2019) FOTO : ANTARA
Petugas medis BBKSDA Riau, BKSDA Sumbar dan Yayasan Arsyari melakukan rekam medik pada Harimau Inung Rio (28/7/2019) FOTO : ANTARA

Perlu diketahui, kasus terlukanya harimau sumatera karena perangkap dari para pemburu liar bukan hanya terjadi pada Kyai Batua saja. Tetapi pada bulan April lalu, seekor harimau sumatera yang diberi nama Inung Rio mengalami hal yang serupa seperti Batua. Inung terluka akibat perangkap milik para pemburu. Namun berbeda dengan Batua yang kesehatannya kian membaik, Inung justru harus menghembuskan nafas terakhirnya ketika dirinya sedang mendapatkan perawatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya.

Karina Tanjung

Related post

1 Comment

Comments are closed.