Mengintip 3 Fasilitas Baru Di Mekkah yang Dapat Memudahkan Para Jamaah Haji Indonesia

 Mengintip 3 Fasilitas Baru Di Mekkah yang Dapat Memudahkan Para Jamaah Haji Indonesia

Beruntung bagi para jamaah haji Indonesia yang berangkat di tahun ini. Pasalnya di tahun 2019, pihak Kementrian Agama menambah sejumlah fasilitas baru yang dapat dinikmati oleh para jamaah haji.

Peningkatan akomodasi serta penerapan sistem zonasi penginapan

Dilansir dariĀ liputan6.com, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa di tahun ini para jamaah haji akan mendapatkan fasilitas baru. Diantaranya adalah akomodasi penginapan minimal bintang tiga serta transportasi bus terbaru.

Selain itu, akan ada pelayanan baru yang belum pernah dilaksanakan untuk jamaah haji sebelumnya. Pelayanan tersebut tidak lain adalah sistem zonasi penginapan secara embarkasi dan provinsi. Adanya fasilitas baru ini dianggap dapat memudahkan jamaah haji Indonesia karena sebelumnya banyak jamaah yang mengaku kesulitan menemui keluarganya dikarenakan mendapatkan penginapan yang saling berjauhan. Bukan hanya itu saja, panitia yang bertugas pun mengaku kesulitan mengkoordinasi jamaah yang tersebar luas di penginapan yang berbeda. Oleh karena itu, Kementrian Agama akhirnya memberlakukan sistem zonasi penginapan ini.

Pemondokan atau penginapan jamaah haji asal Indonesia ini akan dibagi menjadi tujuh zona, salah satunya untuk jamaah haji embarkasi Surabaya yang dulu tersebar di wilayah Mekkah akan ditempatkan di Mahbas Jin, ucap Menag melanjutkan penjelasannya mengenai pelayanan baru untuk jamaah haji.

Pemberlakuan sistem zonasi ini juga akan menyatukan panitia dengan jamaah haji yang berasal dari satu daerah. Hal ini dilakukan agar kedua belah pihak dapat berkoordinasi dan berkomunikasi lebih mudah tanpa adanya kesulitan bahasa.

Fasilitas AC dan Aplikasi untuk memudahkan Jamaah
Haji Indonesia

Penambahan fasilitas baru ini juga bukan hanya mengenai penginapan saja, tetapi Kementrian agama juga akan menambahkan fasilitas AC di tenda Arafah. Kabar tersebut tentu menjadi kabar baik untuk para jamaah haji. Pasalnya di tahun-tahun sebelumnya panitia hanya memasang kipas angin saja di tenda Arafah.

Adapun pelayanan lainnya yang juga diperbarui adalah diterapkannya sistem pelaporan berbasis elektronik untuk meningkatkan pelayanan secara maksimal. Dengan adanya sistem ini, seluruh petugas kloter termasuk tim pembimbing, dokter dan perawat, dibekali aplikasi digital untuk melaporkan situasi jamaah haji di kloternya masing-masing.

Menurut Menag, cara ini terbilang efektif dan akurat ketimbang harus mengisi formulir seperti yang sudah-sudah.

MemberlakukanĀ Fast Track untuk mempercepat proses layanan imigrasi

Jika sebelumnya para jamaah haji harus mengantri lama di Bandara Jeddah atau Mekkah untuk layanan imigrasi, di tahun ini rupanya para jamaah haji dapat langsung menginjakkan kaki di tanah air tanpa harus menghabiskan waktu untuk hal tersebut. Pasalnya di tahun 2019 ini pemerintah mengadakan layanan imigrasi dini atau yang disebut fast track untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan adanya fasilitas baru ini, para jamaah haji dapat sampai dengan cepat di Mekkah karena pemeriksaan paspor, perekaman biometrik dan pemeriksaan sidik jari sudah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta.

FasilitasĀ fast track ini sendiri merupakan proyek besar dari pemerintahan Saudi Arabia yang diberlakukan untuk 5 negara yaitu; Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh dan Tunisia.

Karina Tanjung

Related post