Jakarta Menjadi Kota Dengan Tingkat Polusi Peringkat Pertama di Dunia!

 Jakarta Menjadi Kota Dengan Tingkat Polusi Peringkat Pertama di Dunia!

Jakarta, Kota Megapolitan yang tidak lepas dari permasalahan polusi udara. Berdasarkan data yang dirilis oleh AirVisual, DKI Jakarta berhasil menduduki posisi pertama ‘The Most Polluted City’ di dunia. Hal ini semakin diperkuat dengan kondisi udara Ibukota sudah tidak segar sejak subuh hari.

Pemprov Menepis Polusi Udara Jakarta Berbahaya

Data KLHK Jadi Acuan Pemprov DKI Jakarta
Data KLHK Jadi Acuan Pemprov DKI Jakarta (news.detik.com)

Seiring dengan data dari AirVisual pada akhir Juni lalu menyatakan Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 240 per konsentrasi PM 2.5 jumlah 189,9 ug/m3. Interpretasinya berada dalam kondisi dibawah minimal atau sangat tidak sehat.

Pemprov DKI Jakarta menanggapi temuan data tersebut yang menyatakan secara sepihak polusi di Ibukota sangat berbahaya. Sementara menurut pemerintah polusi di Ibukota belum menyentuh level berbahaya. Lebih lagi Dinas Lingkungan Hidup Jakarta juga menegaskan AirVisual merilis data polusi tidak sepenuhnya tepat.

Pasalnya, AirVisual dinilai hanya mengukur berdasarkan waktu tertentu dan pada titik tertentu. Parameter yang digunakan yakni PM 2.5 yang mengukur partikel debu berukuran sangat kecil kurang dari 2.5 mikron.

Baca Juga :  Akhirnya ! Momen Bersejarah Pertemuan Prabowo dan Jokowi di dalam MRT

Sementara, pengukuran kualitas udara berdasarkan Kepmen LH Nomor KEP-45/MENLH/10/1997 mengenai ISPU atau Indeks Standar Pencemar Udara  menentukan standarisasi partikel debu PM 10. Intinya Pemprov DKI Jakarta tidak membenarkan data AirVisual relevan dan kondisi udara Ibukota masih dalam level aman.

Adapun regulasi standar partikel yang diberlakukan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia terbagi dalam lima

macam parameter. Dalam mengukur indeks kualitas udara menggunakan parameter CO, PM 10, O3, SO2, dan NO2 memungkinkan pemantauan selama 24 jam.

The Most Polluted City by AirVisual

Jakarta Sempat menjadi ‘Most Poluted City’ pada minggu pagi (www.airvisual.com)

 

AirVisual adalah aplikasi pengukuran kualitas udara secara global serta memuat real time. Pada tingkat Internasional banyak negara menggunakan AirVisual sebagai basis pengukuran kualitas udara suatu kota.

Real time hari ini 28/07/2019 Jakarta mencapai 196 AQI (Indeks Kualitas Udara). Angka 196 AQI per PM 2.5 tersebut menyatakan udara tidak sehat dibahasakan melalui AirVisual ‘Unhealty Air’.

Laporan Greenpeace Indonesia

Aksi Demonstran Pemerhati Lingkungan Hidup-www.greenpeace.org
Aksi Demonstran Pemerhati Lingkungan Hidup (www.greenpeace.org)

Sementara, Greenpeace Indonesia sebuah organisasi lingkungan hidup menuturkan penduduk Ibukota hanya dapat menikmati 34 hari dalam satu tahun untuk menikmati udara minim polusi.

Baca Juga :  Trotoar Jakarta, Untuk PKL atau Pejalan Kaki?

Bondan Ariyanu, Juru Bicara Energi dari Greenpeace Indonesia menyebutkan per tahun 2017 tercatat hanya ada 29 hari bebas polusi dan lebih hijau. Sisanya 238 hari berstatus moderat dan berpolusi.

Berlanjut ke tahun 2018, kualitas udara tidak sehat justru mengalami peningkatan yakni berada di angka 247 hari.

Lebih lanjut, Greenpeace Indonesia berharap pemprov DKI Jakarta tidak abai menanggapi kondisi kebersihan udara. Harus ada pergerakan cepat tanggap demi menekan tingkat polusi udara yang menduduki kategori tidak sehat.

 

Rosalina Pertiwi

Related post

3 Comments

  • […] Viral salah satu kos-kosan unik dan dinilai kurang layak daerah Jakarta disidak aparat. Adapun yang menarik perhatian yakni kos-kosan kotak di Johar Baru berukuran kecil layaknya peti mati hanya muat tubuh saja. Faktanya, indekos ini banyak dicari, terlebih lagi harganya murah ditengah Ibu Kota. […]

  • […] di rumah Bimo Aryo yang berlokasi di Jalan Langgar RT 04/RW 04, Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta […]

  • […] Ibukota Jakarta selalu identik dengan senjumlah daerah yang tidak lepas dari permasalahan sampah. Beberapa waktu lalu tengah viral lautan sampah di Kampung Bengek, daerah penjaringan, Jakarta Utara. Kondisi sampah sangat memprihatinkan karena mengelilingi pemukiman warga. Ironisnya lagi tebal lautan sampah tersebut diketahui mencapai 30 sentimeter. […]

Comments are closed.