Menuai Pro-Kontra Bambu Getah Getih Anies Vs Besi Impor Dari Cina

 Menuai Pro-Kontra Bambu Getah Getih Anies Vs Besi Impor Dari Cina

Gubernur DKI Jakarta

Ibukota lagi-lagi digemparkan dengan pembongkaran monumen bambu getah getih, dulunya dijadikan sebagai penyambutan Asian Games 2018. Perhelatan olahraga tingkat Asia ini tidak terlepas dari pro dan kontra. Pasalnya, nominal bambu ini tidak kurang dari 550 juta rupiah.

Berbagai kalangan turut serta mengkritisi tindakan Gubernur DKI Jakarta yang mengakari instalasi bambu di tengah Bundaran HI. Terlebih lagi jawaban beliau kepada wartawan seolah-olah membenarkan impor besi harus dari Tiongkok.

Menguntungkan Petani Bambu Getah Getih

Penampakan Monumen Bambu Getah Getih Bundaran HI - https://yandex.com/images/search?text=Bambu%20Getah%20Getih&pos=8&img_url=https%3A%2F%2Fcdn0-production-images-kly.akamaized.net%2Fo0erx-bC9xwj_635Qga_GnDRNps%3D%2F1231x710%2Fsmart%2Ffilters%3Aquality(75)%3Astrip_icc()%3Aformat(jpeg)%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F2334389%2Foriginal%2F049950300_1534659725-20180819-Getah-getih-Jadi-Spot-Foto-Baru-di-Bundaran-HI-IQBAL-2.jpg&rpt=simage
Penampakan Monumen Bambu Getah Getih Bundaran HI

Menanggapi kritikan pembiayaan tersebut, Anies menjelaskan bahwa penggunaan bambu getah getih adalah pilihan tepat. Aliran dana lebih mensejahterakan rakyat kecil, lebih tepatnya para petani bambu. Anggaran dana memang sah-sah saja apabila mengalir ke petani bambu. Namun, dalam sepenggal statement beliau ‘Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya….’, saat ditemui di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Proyeksi awal penginstalan bambu ini diperkirakan hanya bertahan selama 6 bulan. Tetapi kabar baiknya sampai 11 bulan bambu tersebut tetap berdiri kokoh.

Baca Juga :  Upaya Mempercantik DKI Jakarta, Benarkah Berkedok Menutupi Korupsi

Lanjutnya lagi, berbeda dengan material besi, justru dinilai kurang memberdayakan masyarakat. Bambu dipastikan tidak ada yang diimpor, semua asli dari Jawa barat. Proses pengerjaan ditangan pengrajin lokal. Esensinya, nominal yang

dikucurkan untuk perhelatan tersebut lebih mengalir kepada rakyat sendiri.

Menguak Besi Impor atau Produksi Dalam Negeri

Kondisi Besi Baja Yang Diimpor-www.legalitas.co.id
Kondisi Besi Baja Yang Diimpor

Ramai diperbincangkan monumen bambu di berbagai sosial media. Apakah benar sia-sia jika telah termakan usia. Lalu bagaimanakah dengan besi? Tentunya menimbulkan pertanyaan mengapa lebih condong impor dibandingkan membeli besi lokal?

Indonesia masih memiliki kemampuan untuk memproduksi besi sendiri. Salah satunya dari perusahaan besi terbesar di Asia Tenggara yakni Krakatau Steel. Bercermin dari penuturan petingginya, aturan impor baja justru merugikan perusahaan.

Jika ditarik benang merahnya pembangunan bambu getah getih ini mempengaruhi berbagai lini. Adapun elemen yang tersentuh nantinya adalah stabilitas APBN, kuota impor baja melonjak, dan dapat diperjualbelikan setelah masa instalasi berakhir.

Pandangan dari Pengamat Tata Kota

Pandangan Pengamat Tata Kota DKI Jakarta Terkait Bambu Getah Getih-kompas.id
Pandangan Pengamat Tata Kota DKI Jakarta Terkait Bambu Getah Getih

Sementara, Pengamat Tata Kota Yayat menilai tindakan Pemprov DKI Jakarta sah-sah saja. Bercermin dari berbagai negara, membangun monumen untuk memeriahkan acara bertaraf internasional. Tetapi disayangkan dana keluar hanya terfokus pada instalasi estetika bambu ini saja. Seharusnya pembongkaran monumen ini dilakukan tepat setelah 6 bulan Asian Games 2018 usai dilaksanakan.

Baca Juga :  Upaya Mempercantik DKI Jakarta, Benarkah Berkedok Menutupi Korupsi

 

Rosalina Pertiwi

Related post

1 Comment

  • […] kepemimpinan Anies sebagai gubernur, dibentuk sistem baru yakni pengaduan di tingkat kelurahan. Anies beranggapan banyak permasalahan sebenarnya dapat selesai pada level kecamatan, kelurahan dan […]

Comments are closed.