Mengenal Regulasi di AS yang Bikin Sunarko Kena Dakwaan Penyelundupan

 Mengenal Regulasi di AS yang Bikin Sunarko Kena Dakwaan Penyelundupan

Suasana saat Presiden AS Donald Trump bertemu pasukan AS selama kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, Kamis (28/11/2019). Foto: REUTERS/Tom Brenner

Pengadilan Negeri Amerika Serikat (AS) Distrik Columbia, mendakwa Sunarko Kuntjoro dan 3 perusahaan asal Indonesia melakukan pelanggaran ekspor atau penyelundupan barang ke Iran. Setidaknya ada 4 regulasi atau undang-undang yang menjadi alasan penuntutan.
Pertama adalah Undang-undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional 1977 (IEEPA) atau International Emergency Economic Powers Act. Regulasi yang ditandatangani oleh Presiden Jimmy Carter pada 28 Desember 1977 tersebut mengatur aktivitas perdagangan internasional yang dapat mengancam AS.
Regulasi menyasar negara yang memicu ancaman tak biasa dan luar biasa terhadap keamanan dalam negeri, kebijakan luar negeri atau ekonomi AS. Pada aturan ini, Iran sudah terkena hukuman dari AS sejak 1979.
Kedua, peraturan tentang Transaksi dan Sanksi Iran (ITSR) atau Iranian Transactions and Sanctions Regulations (ITSR). Sanksi ini sempat dicabut pada saat kesepakatan nuklir Iran di akhir 2015. Namun, hukuman kembali dijatuhkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Mei 2018 atau setelah AS keluar dari perjanjian nuklir bersama.
Ketiga, peraturan ekspor atau Export Administration Regulations. Biro Industri dan Keamanan AS
yang bagian dari Departemen Perdagangan mengatur soal izin seorang untuk dapat mengekspor barang dari AS, melakukan re-ekspor dari berbagai negara, atau melakukan perpindahan barang dari satu orang ke pihak lain di luar negeri. Aturan ini mengatur untuk produk komoditas serta teknologi dan peranti lunak.
Terakhir adalah Sanksi Terorisme Global (GTSR) atau Global Terrorism Sanctions Regulations (GTSR).
Mengutip keterangan Pengadilan Negeri AS Distrik Columbia, Sunarko dan 3 perusahaan berbasis di Indonesia mengekspor produk dan teknologi AS ke Iran, yang sedang terkena sanksi embargo Pemerintah AS. Mereka mengekspor produk dan teknologi buatan AS ke maskapai penerbangan Iran, Mahan Air. Dengan bisnis yang dianggap ilegal oleh AS itu, mereka disebut memperoleh keuntungan.
Atas tindakan pelanggaran regulasi AS, Sunarko terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara dan denda USD 1 juta atas tuduhan melanggar IEEPA dan memalsukan keterangan terhadap pemerintah AS.
Sunarko juga terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara dan denda USD 500.000 atas tuduhan konspirasi pencucian uang; dan maksimum 5 tahun penjara dan denda USD 250.000 atas tuduhan membuat pernyataan palsu.
sumberĀ  : kumparan.com

Editor Taraf

Related post